“ETIKA BERMEDSOS RIA”

“ETIKA BERMEDSOS RIA”

November 11, 2018 0 By rois

#Sebelumnya perhatikanlah kisah-kisah singkat ini!

  1. Musa caplain adalah pemuda yahudi yang berasal dari Amerika umurnya baru 16 tahun namun ia mendapat hidayah dan masuk islam gara-gara medsos!!!
  2. di Jakarta seorang anak belum masuk SD sudah bisa berbahasa inggris, usut punya usut ternyata sianak senang nonton film berbahasa inggris tanpa sepengetahuan orang tuanya di medsos!!!
  3. Nisa sabayan, penyanyi gambus yang lagi ngetren sekarang, terkenal karena punya bakat di asah dan di unggah di medsos. Begitu juga siti badriyah.
  4. Seorang TKI asal Taiwan mendapat gelar sarjana  karena ikut kuliyah onlen lewat medsos!
  5. penulis  bisa mendapat beasiswa kuliyah  di luar negeri juga lewat wasilah medsos!

Dan masih banyak cerita menggembirakan dan memotifasi lain yang bermuara pada medsos. Namun kisah gelap dan memprihatinkan tak kalah buanyak lagi ! Dari medsos atau internet ada orang jadi penipu, pembunuh, jadi teroris, murtad, mengkonsumsi  miras, narkoba dan terjerumus kedunia hitam. Medsos(internet ) di era modrn ibarat sebilah pisau dengan dua matanya, tergantung ditangan siapa ia dipegang. Ditangan koki akan menghasilkan masakan lezat, tapi di tangan penjahat ia akan berbuah tindakan kriminal.

Saya tidak ingin membahas medsos di era ini karena saya kira anda sudah tahu semua. Namun saya lebih condong membahas etika bermedsos ria agar kegiatan kita di dunia maya benar-benar bermanfaat,berkah dan terhindar dari fitnah-fitnah medsos.

Dalam bermedsos ria ada adab dan etika yang harus diperhatikan dan diamalkan oleh setiap insan internet, lebih-lebih jika ia adalah seorang pelajar yang berbasis agama seperti kita. Sebenarnya hal ini jadi indah untuk diketahui oleh kita semua karena mengetahuinya ibarat membuat perisai perlindungan dimedan perang.

Bermedsos memang bukan perang tapi sadarkah anda kalau sebenarnya kita sedang diserang habis-habisan disana, iman kita, pemikiran kita,pergaulan kita,budaya kita dan banyak lagi hal lain yang tak kita sadari.

Mengetahui adab dan etika bermedsos menjadi sangat penting agar kita tidak menjadi kambing kurban kemodernan yang ada atau dengan kata lain menjadi selamat dan menang menghadapi kemodernan adalah keniscayaan.

Baiklah, saya tidak akan bertele-tele lagi mari kita menjadi keren dengan belajar adab bermedsos .(semoga allah menolong kita amin.)

1) Niatlah yang benar!

Niat yang benar dalam segala hal menjadi sangat penting untuk dilakukan karena dengan niat inilah detik-detik kita di dunia maya akan menjadi berharga disisi allah dan tentunya tidak sekedar kesibukan yang tanpa pahala. Nabi bersabda انما الاعمال بالنيات sesingguhnya segala amal itu tergantung niatnya.

Lha terus niat yang benar itu gimana? Hehe…cobadeh sebelum internetan kamu baca niat dibawah ini, pasti keren!

نويت استعمال الانترنت طاعة لله تعالى ورسوله ص م وصيلة الرحم والتعلم والتعليم وامر بالمعروف ونهيا عن المنكر ونثرا للخيرات لله تعالى

Artinya:aku niat internetan karena taat pada allah dan rosulnya, menyambung silaturrahim, belajar dan berbagi pengetahuan, amar ma’ruf nahi mungkar dan menyebarkan kebaikan karena allah taala.

2) Muroaobbah (kamu diawasi !!!)

Allah mengetahui segala sesuatu! Bahkan semut hitam ditengah gelapnya malampun allah tahu, meski demikian allah menciptakan malaikat pengawas untuk mencatat apapun yang kita lakukan.

Hei kamu kira saat internetan tidak di awasi malaikat?! Sungguh,apapun yang kau lihat, kau kau baca, kau posting, kau share bahkan niatmu yang tersembunyi itu allah tahu dan pastinya tidak luput dari catatan roqib dan ‘atid.

Kalau memang sulit menghadirkan pengawasan allah dan malaikat , coba deh saat internetan kamu bayangkan sedang diawasi orang tua atau gurumu, kira-kira kalau merasa ada yang ngawasi apa masih berani macam-macam???

3)Hisab ( kamu akan disidang! )

Saya yakin kamu percaya kalau setiap hembusan nafas ini nanti akan dimintai pertanggung jawaban oleh allah (hisab). Hal ini tak terkecuali juga saat internetan! Apapun yang kamu lakukan dengan internet nanti akan dihisab di akhirat.

Berhati-hatilah dengan dosa, hususnya dosa jariya. Apa itu? Dosa yang terus mengalir meski sang empu sudah mati seperti mengunggah foto yang mengundang syahwat, menulis kebohongan (hoax) ,fitnah dll di internet (medsos)

Begitu juga sebaliknya semangatlah untuk mendapat pahala jariyah dengan menebar kebaikan dan berbagi pengetahuan di medsos.

4) Ihlas ( jangan jadikan medsos ladang pembunuh keihlasan!)

Mengunggah kegiatan-kegiatan bernilai positif itu penting untuk berbagi cerita dan memotifasi teman-teman yang lain namun menjadi tidak keren kalau yang diunggah adalah kegiatan ibadah seperti ” alhamdulillah malam ini bisa sholat tahajud ” karena hal ini bisa merusak pahala ibadah kita dengan hadirnya riya'( ingin dipuji) disitu.

Menjadi ihlas amatlah penting agar kita tidak kecewa saat mengunggah hal-hal positif dan tak banyak yang like atau coment karena memang bukan itu tujuan kita.

5) Tabayun( cek dulu bener gak informasinya!)

Mengecek kebenaran dan kevalidan sebuah berita saat ini adalah sebuah keharusan, karena begitu menjamurnya berita hoax (bohong) diinternet atau medsos. Jangan seperti orang badui (pedalaman) yang menelan berita media mentah-mentah karena menganggap semua yang ada di media adalah sebuah kebenaran yang tak perlu di cek lagi.

Cara ngeceknya gimana???

Misalnya ada sebuah media mengabarkan indonesia sedang melemah perekonomiannya. maka ceklah dengan baca berita serupa di media lain apakah hal itu benar atau hoax. Semakin banyak refrensi yang dibaca akan semakin baik, tapi lalau malah jadi kebingungan lantaran gak ada kecocokan antar media maka diskusikanlah dengan temanmu, orang tuamu atau gurumu.

Harus kamu ketahui kalau media itu ikut pemiliknya, maksudnya kabar media akan berjalan sesuai misi sang empu. Kamu bisa saksikan sendiri di negeri kita dimana media begitu gencarnya menyudutkan islam. padahal kita mayoritaskan? Jawabanya ya karena pemilik media tidak pro islam. Bahasa sederhananya jika pemilik media orang baik maka insya allah berita medianya akan benar tapi jika sebaliknya maka berita yang dihasilkan media akan tergantung uang yang di hasilkan media. Ironisl   bukan?

6) Ifadah dan istifadah (Belajar dan berbagi pengetahuan)

Gunakan internet (medsos) untuk belajar dan berbagi pengetahuan atau pengalaman, menjadi cerdas dengan internet (medsos) itu perlu jadi jangan cuma buang-buang waktu produktifmu dengan internetan yang tak bermutu. Fokuslah dengan hal- hal positif dan bermanfaat untuk dirimu kelak dan orang lain. kalau nternet bisa jadi malaikat dan guru kenapa harus jadi setan yang menjrerumuskan?

Sekali lagi saya tegaskan , jadilah pengguna internet yang cerdas!

Ambil yang jelas dan positif tinggal yang jelek dan negatif. kalau emang pengen berhati -hati (ihtiyyath ) kamu bisa terapkan dalam hal ini teori majhul yang ada dalam mushtholah hadits . maksudnya Tulisan yang tidak di ketahui kebenaran dan penulisnya atau medianya maka jangan terlalu berpatokan denganya atau mungkin bisa kamu tinggalkan dan cari yang jelas saja. Mungkin bisa kamu tanyakan keguru- gurumu mengenai media yang isa di buat pegangan…

7) Amar Ma’ruf Nahi Mungkar.                ( saling mengingatkan!)

Internet adalah dunia maya keburukan didalamnya lebih banyak di banding kebaikanya, sungguh beruntung rang-orang yang mendapat kebaikan dari nternet. Saat berinternet kita tetap berkewajiban untuk berbuat baik dan mengajak orang pada kebaikan sama halnya di dunia nyata. Begitu juga sebaliknya jika lihat ada kebatilan disana maka wajib untuk mengingatkannya.

Amar ma’ruf nahi mungkar di internet (medsos) lebih mudah ketimbang didunia nyata karena disana kita pasti di dengar. Gak usah takut di bilang sok alim , percaya deh jadi alim beneran itu keren!

Termasuk hal ini adalah dengan tidak mengeshare sembarangan, pastikan dulu kebenarnya kalau kok terpaksa harus ngopas maka cantumkan nama penulisnya. Ingat ! Jangan bersekutu dalam kebatilan termasuk hal ini adalah menyebar hoax dan tak bertanggung jawab dengan apa yang kita ungah. Karena hal  itu sangat tidak keren kawan.

8) Husnudzon (berbaik sangkalah!)

Jika melihat sesuatu yang kamu anggap salah baik di dunia nyata ataupun di internet(medsos) misalnya, jangan keburu berburuk sangka, berbaik sangkalah karena  hal itu kan membuat hidupmu indah. Kalau kok masih mengganggu fikiranmu maka tabayunlah tanyakan pada yang bersangkutan apa maksudnya, atau mungkin  kamu tanyakan pada yang lebih ngerti.

Ini hanya sebagian   dari sekian banyak adab dan etika yang harus kita perhatikan.

Semoga allah memberi Taufiq dan hidanyahnya pada kita emua. Sehingga selamat dari fitnah-fitnah akhir zaman yang luar biasa ini amin.

# penulis adalah alumni MANU NURUL ULUM angkatan tahun 2013 yang sedang menempuh pendidikannya di Universitas Al  ahgaff Hadramaut