Halaqoh bersama Syekh Ibrahim (Guru besar Bahasa Arab dari Universitas Al Azhar)

Halaqoh bersama Syekh Ibrahim (Guru besar Bahasa Arab dari Universitas Al Azhar)

November 11, 2018 0 By rois

Muhammad Muhajirin*

Sebuah kebanggan tersendiri ketika seorang guru besar berkunjung ke madrasah/sekolah kita.Apalagi jika kedatangan beliau tersebut bukan karena sebuah undangan, melainkan keinginan beliau untuk berkunjung karena nama madrasah kita tersebut telah menggema hingga ke negerinya. Itulah yang terjadi di MA NU Nurul Ulum Jekulo Kudus. Tepatnya pada Hari Ahad tanggal 22 Oktober 2017,MA NU Nurul Ulum mendapat kunjungan dari Syekh Dr. Ibrahim Abdul Karim,salah satu guru besar dari Universitas Al-Azhar, Kairo. Mesir.

Kedatangan beliau disambut gembira oleh keluarga besar MA NU Nurul Ulum. Lantunan sholawat dari Grup Rebana El Syarif terus menggema mengiringi Syekh Ibrahim masuk ke gerbang madrasah, disertai sorakan gembira siswa-siswi MA NU Nurul Ulummenyambut kedatangan Syekh Ibrahim. Hal tersebut mungkin meninggalkan rasa decak kagum, karena kedatangan beliau disambut sebegitu meriah dan gembira seperti saat kedatangan Rasulullah SAW di Madinah.

Kedatangan beliaupun tak disia-siakan oleh keluarga besar MA NU Nurul Ulum yaitu dengan mengadakan halaqoh dengan tema روح الاسلام في تربية الاجبال (semangat Islam dalam pendidikan generasi maju).Tentunya beliau berbicara tetap menggunakan bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh Bapak Syihabuddin Mu’in, S.Th.1., M.Pd., salah satu guru besar di MA NU Nurul Ulum.

Dalam halaqoh ini, Syekh Ibrahim memotivasi siswa-siswi MA NU Nurul Ulum sebagai generasi bangsa dengan menceritakan kisah sahabat nabi hingga kisah ulama’ shufi. Diantaranya adalah kisah Abdullah Bin Umar yang dari kisahnya dapat dijadikan suri tauladan dengan etika berbicaranya, kisah Ali Bin Abi Tholib yang ketika berumur 12 tahun berani menggantikan Rasulullah tidur di kamarbeliau(Rasulullah)saat beliau dikepung kaum kafir, hingga kisah Iman Syafi’i yang pada umur 10 tahun sudah mampu menghafalkan kitab Al-Muwatha’ dan ribuan hadist, juga ketika berumur kurang dari 12 tahun sudah bisa memberi fatwa dan dipercaya oleh umat.

Dari kisah di atas, Syekh Ibrahim berharap siswa-siswi MA NU Nurul Ulum dapat mengambil tauladan yang baik sesuai dengan tema halaqoh tersebut. Diantaranya adalah keberanian untuk membela umat Islamyang diambil dari kisah Ali bin Abi Thalib, dan mensyiarkan ilmu yang bermanfaat yang diambil dari kisah Imam Syafi’i. Bukan hanya itu, Syek Ibrahim juga memberi wejangan bahwa pemuda tidak hanya membela agama,tetapi juga tanah air.

Selain memberi motivasi,Syekh Ibrahim juga memberi kesempatan siswa-siswi untuk bertanya,salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh siswa adalah cara belajar Bahasa Arab dengan mudah. Syekh Ibrahim yang kebetulan guru besar Bahasa Arab tersebutpun memberi jawaban yaitu dengan الممرسة atau mempraktekkan .

Bahkan ada yang meminta Syekh Ibrahim menyanyikan lagu kebamgsan Mesir yang mana ini adalah kali pertama beliau diminta menyanyikan lagu kebangsaan negerinya dalam halaqoh-halaqoh yang beliau ikuti.

Pada akhir acara halaqoh Syekh Ibrahim mengungkapakan bahwa beliau sangat terkesan dan senang bekunjung ke MA NU Nurul Ulum.Bahkan beliau siap membangun kerjasama dengan MA NU Nurul Ulum untuk siswa-siswinya yang ingin melanjutkan studinya ke Universitas Al-Azhar, Kairo,Mesir.Beliau berharap kedatangan dirinya ke MA NU Nurul Ulum dapat mermanfaat baginseluruh keluarga besar MA NU Nurul Ulum dan juga dirinya.

*Penulis adalah siswa kelas XI IPS 1

Astri Riyanti X1 IPA 2