Keajaiban

Keajaiban

November 11, 2018 0 By rois

Oleh : Adelita Pratiwi*

Dito dan Andi adalah saudara adik dan kakak. Dito berumur 8 tahun sedangkan Andi berumur 4 tahun. Dalam kehidupan sehari-hari merereka selalu bersama. Melakukan semua hal yang merereka senangi beruerdua. Mereka berdua saling menyanyi, seakan-akan tak ada yang dapat memisahkan mereka berdua hingga ajal menjemput keduanya.

Hingga suatu ketika, Andi adik Dito jatuh sakit. Andi sakit parah. Sudah lama ia mengidap penyakit tersebut. Saat sedangbermain di kamar, tiba-tiba Dito mendengar perbincangan antara ayah dan ibunya. “Penyakit Andi sudah sangat parah kita harus cepat membawanya ke rumah sakit agar Dito dapat segera dioerasi. Tapi biaya yangkita butuhkan tidak sedikit. Kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi, kita hanya bisa pasrah. Hanya keajaiban yang dapat menyelamatkan Andi.”Kata ayahnya.

Seketika setelah mendengar perkataan ayahnya tadi, Dito bergegas mengambil celengan yang beraa dia atas meja dekat tempat tidurnya. Kemudian tanpa pikir panjang ia pun segera menuju keapotek. Setelah sampai di apotek.

Pak, adik saya sakit parah di rumah. Hanya keajaiban yang dapat membantunya. Berapa harga sebuah keajaiban ? aku ingin membelinya untuk adiku.” Kata Dito dengan cemas.

Ha keajaiban?” Tanya apoteker bingung

Iyha. Kat ayah saya, hanya keajaiban yang hanya dapat menyembuhkan adiku.” Jawab Dito

Tapi di sini tidak menjual keajaiban adik kecil.”

Tapi aku punya uang. Cepat berikan aku keajaibandan nanti akan aku bayar dengan uangku ini.” Jawab Dito dengan mata berkaca-kaca.

Tanpa disadari perbincangan mereka berdua tadi didengar oleh seseorang dari dalam.

Keajaibanseperti apakahyang kau butuhkan adik kecil?” Tanya orang tersebut.

Saya tidak tau. Akudengar dari ayah tadi bahwa adiku sakit parah danharus operasi. Kata ayah juga hanya keajaiban yang hanya dapat menyembuhkanadiku.”Jelasnya sambil menangis.

Berapa uang yang kau punya?”

Aku puya uang 200 ribu. Cuup?”

Sudahsimpan saja uangmu dan bawa aku kepada adikmu.”

Tanpa disadari seseorang tadi adalah seorang dokter bedah terkena, Dokter tersebut akhirnya mengoprasi Anitanpa meminta bayaran sepeserpun. Dan akhirnya, Andi pun sembuh dari penyakitnya.

Tiada yang tak mungkin di dunia ini. Selama kita maumencoba dan selalu berdo’a kepada Allah, insyaallah akan selalu ada jalan terhampar luas di depan kita. Sekali lagi, nothing is imposible

*Penulis Siswi kelas XI IPA 1